tampaknyamenjadi busanakebangsaanparawanita Indonesiasaat memperingati Hari Kartini. Wanita ningrat asal Rembang Jawa Tengah ini memang menjadi simbol dimulainya tonggak perjuangan emansipasi wanita Indonesia. Pemikirannya menginginkan wanita Indonesia berpendidikan, memotivasi kaumnya untuk berusaha menyejajarkan diri dengan kaum pria. Tak heran jika kemudian pemerintah mendudukkannya di antara deretan nama-nama pahlawan nasional.
.
Setelah lebih dari 80 tahun Kartini meninggal dunia, jasanya tetap dikenang bangsa Indonesia, khususnya kaum wanita. Mengenakan kebaya, busana tradisional yang selalu dikenakan Kartini, merupakan salah satu cara untuk mengingat dan mengenang jasa-jasanya.
Setelah lebih dari 80 tahun Kartini meninggal dunia, jasanya tetap dikenang bangsa Indonesia, khususnya kaum wanita. Mengenakan kebaya, busana tradisional yang selalu dikenakan Kartini, merupakan salah satu cara untuk mengingat dan mengenang jasa-jasanya.
.
Namun seiring dengan kemajuan zaman, bentuk kebaya telah banyak mengalami perubahan. Tidak lagi kaku dan monoton, tetapi lebih variatif, fleksibel, serta mencerminkan kebebasan untuk para wanita. Bahkan kain batik pun sudah jarang dijadikan sebagai padu padan kebaya modern. Sehingga kebaya tidak hanya dipakai di acara-acara yang bersifat tradisional, tetapi di acara lain yang lebih santai pun kebaya tetap matching" untuk dikenakan. Karenanya para desainer pun berlomba menciptakan berbagai kreasi kebaya. Kendati demikian, tetap mempunyai ciri khas sebagai kebaya.
Namun seiring dengan kemajuan zaman, bentuk kebaya telah banyak mengalami perubahan. Tidak lagi kaku dan monoton, tetapi lebih variatif, fleksibel, serta mencerminkan kebebasan untuk para wanita. Bahkan kain batik pun sudah jarang dijadikan sebagai padu padan kebaya modern. Sehingga kebaya tidak hanya dipakai di acara-acara yang bersifat tradisional, tetapi di acara lain yang lebih santai pun kebaya tetap matching" untuk dikenakan. Karenanya para desainer pun berlomba menciptakan berbagai kreasi kebaya. Kendati demikian, tetap mempunyai ciri khas sebagai kebaya.
.
Salah satunya adalah inovasi yang dibuat desainer Misan. Karya-karyanya yang diberi tema "Ethno Modern Extravaganza" ini merupakan modifikasi dari kebaya tradisional. Melalui kreativitasnya, Misan membuat kebaya yang tampak lebih modern. Kebaya ini dapat dipergunakan dalam berbagai kesempatan formal. Bahan-bahan yang digunakan seperti brokat, tule, sifon dan sutra. Misan juga memberi sentuhan pernik pada kebaya maupun kain padanannya, seperti bordir, aplikasi brokat, taburan payet, mute dan kristal. Aksesori itu membuat kebaya terlihat menjadi lebih feminin, elegan, dan terkesan mewah.
Salah satunya adalah inovasi yang dibuat desainer Misan. Karya-karyanya yang diberi tema "Ethno Modern Extravaganza" ini merupakan modifikasi dari kebaya tradisional. Melalui kreativitasnya, Misan membuat kebaya yang tampak lebih modern. Kebaya ini dapat dipergunakan dalam berbagai kesempatan formal. Bahan-bahan yang digunakan seperti brokat, tule, sifon dan sutra. Misan juga memberi sentuhan pernik pada kebaya maupun kain padanannya, seperti bordir, aplikasi brokat, taburan payet, mute dan kristal. Aksesori itu membuat kebaya terlihat menjadi lebih feminin, elegan, dan terkesan mewah.
.
Sebagai padu padan kebaya, Misan lebih memilih kain polos dengan warna senada kebaya atau kain tenun bercorak garis tradisional serta kain yang diberi aplikasi brokat, payet, ataupun mute. Bahkan padu padan inilah yang menambah busana kebaya karya Misan tampak istimewa.*** (Hikmah/Yans)
Sebagai padu padan kebaya, Misan lebih memilih kain polos dengan warna senada kebaya atau kain tenun bercorak garis tradisional serta kain yang diberi aplikasi brokat, payet, ataupun mute. Bahkan padu padan inilah yang menambah busana kebaya karya Misan tampak istimewa.*** (Hikmah/Yans)




0 komentar:
Posting Komentar